Dunia Politik Terbaru sendaru12  

Indonesia Prakarsai Pembentukan Jaringan Negosiator Wanita ASEAN

Indonesia Prakarsai Pembentukan Jaringan Negosiator Wanita ASEAN – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi terima kedatangan enam anggota Steering Committee dari Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM) secara daring. Ia menegaskan pentingnya pertolongan kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Indonesia Prakarsai Pembentukan Jaringan Negosiator Wanita ASEAN

“Perempuan mesti diberikan kesempatan yang mirip untuk berkontribusi dalam sistem perdamaian,” ujar Retno dalam keterangan tertulis, Rabu (23/12/2020).

Terlebih mengingat minimnya keterlibatan peran perempuan dalam sistem mediasi berbagai konflik global dan kawasan. Menurut Council on Foreign Relations, keterlibatan perempuan cuma isi 10% dari sistem negosiasi damai di Afghanistan, 20% dalam sistem politik Libya dan hampir tidak ada di dalam sistem damai Yaman.

Kendati demikian, berdasarkan kajian ditemukan bahwa terdapatnya peran perempuan dapat menambah kesuksesan dan keberlanjutan kesepakatan perdamaian.

Diakui Retno, isu Women, Peace and Security (WPS) telah lama jadi fokus perhatian besarnya. Pasalnya, ia banyak melihat penderitaan para perempuan sebagai korban konflik selagi datang ke pengungsi Rohingya di Cox’s Bazaar dan pengungsi Palestina di Amman. Sebagai korban konflik, perempuan miliki aspirasi sebagai agen perdamaian.

Lebih lanjut, Retno meminta SEANWPNM dapat jadi pelengkap dan penguat mekanisme dan juga inisiatif yang terkait bersama dengan agenda WPS di kawasan ASEAN. Tidak cuma itu, SEANWPNM diharapkan dapat jadi penghubung kemitraan bersama dengan jaringan mediator perempuan, baik di kawasan lain maupun di tingkat global.

Menurutnya, SEANWPNM dapat jadi perintis generasi baru mediator perempuan di kawasan, supaya dapat memperkuat pemajuan agenda WPS secara internasional.

Pada kesempatan yang sama, anggota Steering Committee SEANWPNM dari Indonesia, Shadia Marhaban menyampaikan bahwa SEANWPNM juga akan memperluas jangkauannya bersama dengan merangkul lebih banyak mediator dan negosiator perempuan lain di Asia Tenggara.

Terkait hal ini, Retno menekankan pentingnya pendekatan budaya dan juga menjauhi finger pointing supaya upaya perdamaian dapat langgeng dan menyentuh akar persoalan dari konflik.

Dengan terbentuknya SEANWPNM, lanjutnya, maka kawasan Asia Tenggara mempelopori pembentukan jejaring di Asia dan bergabung bersama dengan kawasan-kawasan lain, layaknya Skandinavia, Mediterania, Afrika, Arab dan Persemakmuran yang telah lebih dulu miliki jejaring mediator dan negosiator perempuan.

Selain anggota Steering Committee SEANWPNM dari Indonesia, ada pula anggota Steering Committee SEANWPNM dari Kamboja Dr. Emma Leslie, Prof. Miriam Coronel-Ferrer dari Filipina, Lilianne Fan dari Malaysia, Leonésia Tecla da Silva dari Timor-Leste dan Angkhana Neelapaijit dari Thailand.

Namun demikian, keanggotaan ke-6 tokoh mediator dan negosiator perempuan dalam Steering Committee SEANWPNM bukanlah mewakili masing-masing negara asal maupun institusi terkait, melainkan kapasitas pribadi.

Leave A Comment