Dunia Politik Terbaru sendaru12  

Gerakan Ekstraparlementer Bertujuan Politik Dinilai Wakil Ketua MPR Buang Energi

Gerakan Ekstraparlementer Bertujuan Politik Dinilai Wakil Ketua MPR Buang Energi – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat turut mengomentari aksi 1812 yang berlangsung Jumat 18 Desember 2020. Menurut dia, gerakan yang ditunaikan sekelompok penduduk di luar parlemen dengan tujuan politik cuma membuang-buang energi.

Gerakan Ekstraparlementer Bertujuan Politik Dinilai Wakil Ketua MPR Buang Energi

gerakan-ekstraparlementer-bertujuan-politik-dinilai-wakil-ketua-mpr-buang-energi

“Gerakan-gerakan ekstraparlementer untuk mewujudkan tujuan politik sekelompok orang sesungguhnya adalah tindakan menghilangkan daya secara percuma,” ujar Lestari didalam keterangan tertulisnya,

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan proses demokrasi yang telah disetujui oleh semua komponen masyarakat. Karenanya jikalau inginkan mengekspresikan aspirasi atau kepentingan politik perlu melalui mekanisme yang ada.

“Termasuk pemilihan umum legislatif dan Presiden yang ditunaikan secara langsung, jujur, dan transparan tiap-tiap lima tahun,” kata dia.

Menurut Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, sejak 2004, Indonesia telah pilih presiden, DPR, dan para pemimpin daerah melalui mekanisme pemilihan segera didalam proses demokrasi yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Dengan demikian, penduduk yang mempunyai aspirasi dan kepentingan tertentu atau politik, sebaiknya mengekspresikan melalui mekanisme berikut daripada laksanakan gerakan-gerakan ekstraparlementer.

“Adanya gerakan ekstraparlementer pas ini, mampu saja berlangsung sebagai akibat dari asumsi dapat terdapatnya kegagalan partai politik didalam mengartikulasikan aspirasi sekelompok penduduk itu didalam proses demokrasi,” kata dia.

Jalur Konstitusional

Lestari menyarankan, kepada sekelompok penduduk yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah yang tersedia mampu menempuh mekanisme secara konstitusional.

“Apabila tidak puas dengan partai politik yang ada, penduduk dipersilakan mendirikan partai politik baru sebagai langkah penyaluran aspirasi melalui mekanisme yang benar dan sesusai proses yang berlaku, terhitung terhitung pastinya didalam menyampaikan ketidaksetujuan didalam menyikapi masalah,” kata dia.

Lestari terhitung berpendapat, kerumunan massa yang berlangsung ketika gerakan-gerakan ekstraparlementer digelar, didalam situasi dan situasi pandemi seperti pas ini mempunyai potensi penyebaran virus Corona yang tidak boleh dipandang remeh.

“Seharusnya semua pihak mampu bersikap secara arif dan bijaksana, apalagi angka penyebaran tetap tetap meningkat dan hendaknya kami perlu mempunyai kesadaran bahwa tindakan berikut mampu membahayakan orang lain,” paham dia.

Leave A Comment