blusukan-risma-manuver-di-tumpukan-piring-kotor-kemensos
Dunia Politik Terbaru sendaru12  

Blusukan Risma, Manuver di Tumpukan Piring Kotor Kemensos

Blusukan Risma, Manuver di Tumpukan Piring Kotor Kemensos – Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi sorotan publik lewat aksi blusukan ke sebagian wilayah di DKI Jakarta usai dilantik Presiden Joko Widodo. Risma banyak menjanjikan penghidupan lebih layak ke para tunawisma di provinsi yang dipimpin Anies Baswedan tersebut.

Blusukan Risma, Manuver di Tumpukan Piring Kotor Kemensos

blusukan-risma-manuver-di-tumpukan-piring-kotor-kemensos

googleownsdit.com – Blusukan Risma memetik pro dan kontra, mulai dari akar rumput, politisi hingga akademisi. Aksi Risma dinilai tak berdasarkan urgensi, condong dinilai sebagai bentuk manuver politik menyerang pihak tertentu.

“Harusnya membenahi tata kelola Kemensos. Pembenahan SDM. Perampingan organisasi, dan karena itu kan organisasinya korup,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisaksi, Trubus Rahadiansyah

Trubus mengingatkan aksi blusukan tak kudu dilakoni sekelas menteri. Bukan cuma tak efektif, tapi kata dia, Risma termasuk tidak dapat menyelesaikan permasalahan utama dari Kementerian: cap tidak baik ladang korup karena kasus sunat bansos Mensos terdahulu. Risma melaksanakan manuver itu di sedang tumpukan piring kotor Kemensos.

“Gak esensial. Gak tersedia urgensinya juga, untuk apa. mgslotonline Masyarakat termasuk sesungguhnya tidak membutuhkan ulang gitu,” malah dia.

Trubus mengingatkan, Kemensos merupakan institusi tekhnis yang mengurusi banyak hal di sedang situasi pandemi covid-19. Persoalan koordinasi dari tingkat pusat hingga ke darah pun, kata dia, tetap bermasalah.

Di sisi lain, Trubus mengungkap bahwa tebar janji Risma di DKI agak sukar diwujudkan di dalam jangka pendek ini. Secara logika, kata dia, Risma dapat sukar untuk menyiapkan alokasi anggaran untuk mencukupi semua janji.

“Misalnya Mensos itu janji senang bikinnya rumah, pertanyaannya anggarannya dari mana. Anggaran kementerian itu kan kudu dianggarkan lewat APBN dulu, menjadi enggak dapat ujuk-ujuk nawarin. Kecuali sifatnya pribadi, ya itu bisa,” tambahnya.

Redam Popularitas Anies

Aksi blusukan Risma termasuk dituding sebagai manuver mentereng melunturkan popularitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Saya melihatnya begini, PDIP ini partai pemenang pemilu. Nah di DKI ini PDIP menang. Tapi gubernurnya bukan dari PDIP, tapi gubernurnya dari partai lain. Tentu PDIP ini pengen punya pemimpin di DKI karena sebagai ibu kota,” ucap Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin, Rabu (6/1).

Ujang sangat percaya bahwa hingga selagi ini belum tersedia sosok di tingkat nasional yang dapat disandingkan bersama dengan popularitas Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu, tambah kentara usai Basuki Tjahaja Purnama kalah di dalam Pilkada 2017.

Sosok Risma dinilai udah sering digadang-gadang untuk menjadi penanding Anies. Hanya saja, saat jabatannya tetap di tingkat wali kota, hal selanjutnya tetap terlampau sulit.

“Misalnya bersama dengan kasus sampah. tapi Risma tidak sukses, karena jabatannya itu lebih rendah. Saat ini kan menjadi Mensos, jabatannya menteri anggap saja lebih tinggi, mulai ulang di sandingkan,” kata Ujang.

“Sebenarnya ini mengisi area kosong para pembenci Anies untuk mengkritik,” tambahnya.

Bahkan, kata dia, bukan tidak bisa saja seandainya partai berlogo Banteng moncong putih itu dambakan mendorong Risma supaya ikut di dalam kontestasi politik tingkat nasional di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Namun, menurut Ujang hal itu terkait pada bagaimana simpati publik yang dapat ditarik lewat manuver-manuver Risma di dalam sebagian selagi ke depan nantinya.

Ujang beranggapan bahwa usaha pencitraan lewat langkah blusukan udah usang. Pasalnya, kata dia, penduduk banyak yang udah tidak percaya janji yang dilontarkan oleh pejabat publik secara terbuka itu.

“Jadi dapat ramai di medsos, tapi dapat menjadi penduduk tidak simpati gitu loh. Karena tadi, dianggap tokoh-tokoh atau pejabat publik melaksanakan pencitraan layaknya itu,” katanya.

Terpisah, sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto membantah Risma cuma melaksanakan aksi blusukan di Jakarta. Sejak menjabat sebagai Mensos, kata dia, Risma blusukan ke semua wilayah di Indonesia, termasuk ke Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) sebagian selagi lalu.

Dia menyatakan cii-ciri kepemimpinan Risma ialah turun dan memberi salam rakyat terutama yang miskin, terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil, ‘wong cilik rakyat Marhaen’ di setiap kunjungan ke daerah.

“Risma melaksanakan blusukan bukan cuma dapat di Jakarta. Tapi termasuk di semua wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. Pada akhir tahun lalu, Risma sempat singgah ke Ponorogo untuk bersua penyandang disabilitas,

Leave A Comment